Kenakalan Remaja dalam Keluarga dengan Latar Belakang Pendidikan Islam
Analisis Faktor Penyebab melalui Kajian Pustaka
Keywords:
Kenakalan Remaja, Pendidikan Islam, Pola Asuh, Perilaku MenyimpangAbstract
Kenakalan remaja merupakan salah satu persoalan sosial dan pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Fenomena tersebut menjadi persoalan yang menarik ketika terjadi pada remaja yang berasal dari keluarga dengan latar belakang pendidikan Islam yang kuat, karena pendidikan Islam idealnya berperan dalam membentuk moral, akhlak, dan perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kenakalan remaja dalam keluarga dengan latar belakang pendidikan Islam serta mengidentifikasi peran keluarga dan pendidikan Islam dalam mencegah perilaku menyimpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai artikel jurnal dan literatur ilmiah yang relevan dengan kenakalan remaja, pola asuh, keluarga, pendidikan Islam, teman sebaya, lingkungan sosial, perkembangan psikologis, dan kontrol diri remaja. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tahap reduksi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis berbagai temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kenakalan remaja tidak disebabkan oleh satu faktor, tetapi merupakan hasil interaksi antara faktor keluarga, pola asuh, pergaulan dan lingkungan sosial, media dan teknologi, sekolah, serta faktor internal seperti lemahnya kontrol diri dan kemampuan adaptasi. Keluarga dan pendidikan Islam memiliki posisi strategis dalam pencegahan kenakalan remaja melalui keteladanan, komunikasi, pengawasan, pembiasaan nilai agama, dan pembentukan karakter. Namun, latar belakang pendidikan Islam orang tua tidak secara otomatis menjamin remaja terbebas dari perilaku menyimpang. Efektivitas pendidikan Islam sangat bergantung pada proses internalisasi nilai dalam kehidupan sehari-hari serta dukungan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian, pencegahan kenakalan remaja memerlukan pendekatan yang komprehensif dan sinergis dengan menempatkan pendidikan Islam sebagai bagian dari pembentukan karakter, bukan sekadar transfer pengetahuan agama.
