Desain Administrasi Pembelajaran Madin
Menata Tradisi Tanpa Menghilangkan Jati Diri Pesantren
Keywords:
Administrasi Madin, Kurikulum Lokal, Jati Diri Pesantren, Standarisasi PendidikanAbstract
Madrasah Diniyah (Madin) memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan transmisi keilmuan Islam klasik melalui pembelajaran kitab kuning dan pembinaan karakter santri. Namun, tuntutan akuntabilitas pendidikan pada era modern sering kali mendorong penerapan sistem administrasi yang mengadopsi model sekolah formal secara langsung, sehingga berpotensi mengurangi fleksibilitas pedagogi khas pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik administrasi pembelajaran di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Al Muhammad Cepu serta merumuskan model administrasi pembelajaran yang adaptif terhadap karakteristik pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi pembelajaran yang efektif di lingkungan Madin tidak harus berorientasi pada kompleksitas dokumen, tetapi pada kemampuan administrasi dalam mendukung proses pembelajaran. Model administrasi yang dikembangkan menitikberatkan pada penyederhanaan perangkat pembelajaran dengan indikator utama berupa fashahah (kefasihan membaca), fahm (pemahaman materi), dan adab (perilaku santri), yang selaras dengan metode sorogan dan bandongan. Model ini memungkinkan terwujudnya keseimbangan antara tuntutan akuntabilitas lembaga dan pelestarian identitas pedagogis pesantren. Temuan penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan tata kelola Madrasah Diniyah yang lebih kontekstual, efektif, dan sesuai dengan karakteristik pendidikan pesantren.
