Redistribusi Peran Orang Tua dalam Pembelajaran Aswaja
Implikasi terhadap Keberhasilan Belajar Peserta Didik
Keywords:
Peran Orang Tua, Ahlussunnah wal Jama’ah, Keberhasilan PembelajaranAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi orang tua dalam pembelajaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) serta implikasinya terhadap capaian belajar siswa dalam konteks relasi keluarga dan institusi pendidikan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MA Tri Bhakti At-Taqwa Raman Utara, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi orang tua cenderung hadir dalam bentuk dorongan verbal dan belum berkembang menjadi praktik pendampingan belajar yang sistematis. Meskipun demikian, capaian akademik siswa tetap tinggi, dengan mayoritas berada pada kategori “baik”. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan belajar tidak semata ditentukan oleh intensitas keterlibatan orang tua, melainkan oleh dinamika sistem pembelajaran yang relatif stabil dan mampu mengorganisasi praktik belajar secara konsisten. Dalam konteks ini, terjadi redistribusi peran, di mana fungsi pedagogis tertentu beralih dari keluarga ke institusi pendidikan, sementara orang tua tetap berperan dalam memperkuat orientasi normatif terhadap pendidikan. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan merekonstruksi konsep motivasi orang tua dari variabel eksternal yang bersifat linear menjadi praktik sosial yang bekerja dalam jaringan relasi antara keluarga, sekolah, dan sistem nilai. Temuan ini memperluas pemahaman tentang keterlibatan orang tua dengan menekankan bahwa keberhasilan belajar merupakan hasil dari interaksi antara disposisi sosial, struktur institusional, dan proses internalisasi norma.

